Friday, December 11, 2020

Lirik Lagu Salam Tresno (Tresno ra bakal ilyang) - Happy Asmara


Sumilir angin wengi kang tumetes [Dinginnya angin malam yang berhembus]
Anambaih kangenku sangsoyo gedi [Menambahkan kangenku yang menggebu]
Titipan rindu iki sangsoyo akeh [Titipan rindu ini semakin besar]
Amung biso dedungo angenku nggo kowe [Hanya bisa berdo'a anganku bersamamu]

Sliramu siji tresnoku yo mung siji [Dirimu cuma satu cintaku juga cuma satu]
Tak simpen lan tak jogo tekaning mati [Disimpan dan kujaga sampai mati]
Panyuwunku kanggo riko njogo tresno nisun [Permintaanku untukmu jagalah cintaku]
Sayang aku tulus tresno sliramu [Sayang aku tulus cinta padamu]

Tresno ra bakal ilang [Cinta tak akan hilang]
Kangen sang soyo mbekas [Kangen yang selalu membekas]
Tembang rindu kanggo riko [Lagu rindu untuk kamu]
Janji suci tekan ning pati [Janji suci sampaiku mati]

Salam tresno dijogo [Salam Cinta di jaga]
Senajan adoh panggonanmu [Walaupun jauh kau berada]
Sumpah tulus kanggo riko [Sumpah tulus untuk kamu]
Salam rindu neng sliramu [Salam rindu hanya padamu]

Sumilir angin wengi kang tumetes
Anambaih kangenku sangsoyo gedi
Titipan rindu iki sangsoyo akeh
Amung biso dedungo angenku nggo kowe

Sliramu siji tresnoku yo mung siji
Tak simpen lan tak jogo tekaning mati
Panyuwunku kanggo riko njogo tresno nisun
Sayang Aku tulus tresno sliramu

Tresno ra bakal ilang
Kangen sang soyo mbekas
Tembang rindu kanggo riko
Janji suci tekan ning pati

Salam tresno dijogo
Senajan adoh panggonanmu
Sumpah tulus kanggo riko
Salam rindu neng sliramu

Jika anda menyukai lagu diatas, silahkan membeli Kaset / CD Original-nya.
Lirik lagu diatas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, dan label musik yg bersangkutan. Seluruh media termasuk lirik lagu yang terdapat di situs ini hanyalah untuk keperluan promosi dan informasi.
SINICHINET tidak menyediakan link download lagu Salam Tresno (Tresno ra bakal ilyang) -  Happy Asmara.

Monday, December 7, 2020

Lirik Lagu Aku Ra Mundur ( Tepung Kanji ) - Via Vallen

Lagu Aku Ra Mundur yang dibawakan oleh Via Vallen ini sangat populer dan banyak digemari oleh masyarakat terutama pecinta dangdut. Selain oleh Via Vallen, lagu ini juga sering dinyanyikan banyak penyanyi dangdut lainnya. Lagu Aku Ra Mundur diciptakan oleh JAmes A.P.



Mas aku pingin cerito
Tentang kita berdua
Wong tuoku ora setuju
Yen kowe lan aku bersatu

Kondomu marang aku
Kowe bakal berjuang
Pengengatku marang sliramu
Ojo sampek salah dalan

Aku ra mundur dek
Teguh atimu
Masio sandaya
Ra ngerestuiku

Koyo tepung kanji
Nong nduwur mejo
Yen Gusti ngrestui
Wong tuo biso opo

Genggemen tanganku
Kalau kamu ragu
Optimis wae
Gusti mboten sare

Kondomu marang aku
Kowe bakal berjuang
Pengengatku marang sliramu
Ojo sampek salah dalan

Aku ra mundur dek
Teguh atimu
Masio sandaya
Ra ngerestuiku

Koyo tepung kanji
Nong nduwur mejo
Yen Gusti ngrestui
Wong tuo biso opo

Aku ra mundur dek
Teguh atimu
Masio sandaya
Ra ngerestuiku

Koyo tepung kanji
Nong nduwur mejo
Yen Gusti ngrestui
Wong tuo biso opo

Genggemen tanganku
Kalau kamu ragu
Optimis wae
Gusti mboten sare

Genggemen tanganku
Kalau kamu ragu
Optimis wae
Gusti mboten sare


Jika anda menyukai lagu diatas, silahkan membeli Kaset / CD Original-nya.
Lirik lagu diatas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, dan label musik yg bersangkutan. Seluruh media termasuk lirik lagu yang terdapat di situs ini hanyalah untuk keperluan promosi dan informasi.
SINICHINET tidak menyediakan link download lagu Aku Ra Mundur ( Tepung Kanji ) - Via Vallen.

Wednesday, November 11, 2020

Pemuaian Pada Zat Cair - Titik Tripel, Koefisien Muai Volume, Anomali Air

Pemuaian zat cair terjadi pada saat zat cair tersebut dipanaskan. Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas, tetapi hanya dikenal muai ruang atau muai volume saja. Semakin tinggi suhu yang diberikan pada zat cair itu maka semakin besar muai volumenya.

Besarnya pemuaian pada benda cair dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

ΔV = V0γΔT = V03αΔT = 3V0αΔT

Keterangan :
ΔV = perubahan volume suatu benda (m3)
V0 = volume awal benda (m3)
γ = adalah koefisien muai volume (/°C)
ΔT = perubahan suhu (°C)
 
Pemuaian zat cair untuk masing-masing jenis zat cair berbeda-beda, akibatnya walaupun mula-mula volume zat cair sama tetapi setelah dipanaskan volumenya menjadi berbeda-beda. Pemuaian volume zat cair erkait dengan pemuaian tekanan karena peningkatan suhu. Titik pertemuan antara wujud cair, padat dan gas disebut titik tripel (triple Point).

A. Titik Tripel (Triple Point) Pemuaian Zat Cair

Seperti halnya dengan zat padat, pemuaian berbagai jenis zat cair juga tidak sama, tergantung kepada jenis zat caimya. Pemuaian pada zat cair menyangkut dimensi volume. Besamya nilai pemuaian pada beberapa jenis zat cair berbeda- beda.
  • Pemuaian pada alkohol lebih besar daripada pemuaian gliserin.
  • Pemuaian pada minyak parafin lebih besar daripada pemuaian gliserin.
  • Pemuaian pada gliserin lebih besar daripada pemuaian pada raksa.
  • Pemuaian pada alkohol lebih besar dari pemuaian air.
  • Pemuaian pada air lebih besar daripada pemuaian minyak kelapa.
pemuaian zat cair, apa itu titik tripel, tabel koefisien muai volume, penjelasan anomali air, pelajaran ipa
Titik tripel Pemuaian Zat Cair

Dengan demikian, pemuaian pada zat cair dipengaruhi oleh jenis zat caimya. Untuk dapat membedakan pemuaian antara satu jenis zat cair dengan zat cair lainnya, berikut ini tercantum nilai koefisien muai volume pada beberapa jenis zat cair.

Koefisien Muai Volume pada beberapa jenis zat cair dalam satuan /°C

Jenis Zat Koefisien Muai Volume /°C (γ)
Aseton
0.00150
Parafin
0.0009
Alkohol
0.00120
Raksa
0.00018
Gliserin
0.0005


B. Koefisien Muai Volume pada Beberapa Jenis Zat Cair

Sifat pemuaian zat cair, yang lebih besar dibandingkan dengan pemuaian zat padat menjadi dasar dari cara bekerjanya termometer raksa dan termometer alkohol. Pemuaian pada air akan mengalami keanehan. Apabila kita mengamati perubahan air pada saat dipanaskan sampai suhu 4°C akan menampakkan keanehan. Pada kondisi tersebut, permukaan air menurun yang berarti volumenya mengecil, sedangkan massa jenisnya terbesar. Peristiwa keanehan air pada suhu tersebut disebut anomali air.

Khusus untuk air, pada kenaikan suhu dari 0°C sampai 4°C volumenya tidak bertambah, akan tetapi justru menyusut. Pengecualian ini disebut dengan anomali air. Oleh karena itu, pada suhu 4°C air mempunyai volume terendah. Hubungan volume dengan suhu pada air dapat digambarkan pada grafik berikut:

pemuaian zat cair, apa itu titik tripel, tabel koefisien muai volume, penjelasan anomali air, pelajaran ipa

Pada suhu 4°C, air menempati posisi terkecil sehingga pada suhu itu air memiliki massa jenis terbesar. Jadi air bila suhunya dinaikkan dari 0°C-4°C akan menyusut, dan bila suhunya dinaikkan dari 4°C ke atas akan memuai. Hubungan antara suhu dan volume air dapat digambarkan pada gambar diatas. Biasanya pada setiap benda bila suhunya bertambah pasti mengalami pemuaian.

Peristiwa yang terjadi pada air itu disebut anomali air. Hal yang sama juga terjadi pada bismuth dengan suhu yang berbeda. Kecepatan pemuaian pada berbagai macam zat berbeda-beda, begitu juga pemuaian zat cair

Thursday, November 5, 2020

Pemuaian Zat Padat - Muai Panjang, Muai Luas, Muai Ruang

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian dapat terjadi pada 3 jenis zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.

Pemuaian pada zat padat ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi).

A. Muai Panjang / Muai Linear Zat Padat

Muai panjang berbagai macam benda padat dapat diselidiki dengan alat Musschenbroek. Jika batang logam yang dipasang pada alat Musschenbroek dipanaskan maka batang logam akan bertambah panjang. Namun, pertambahan panjang batang logam yang satu dengan yang lain berbeda. Artinya, tingkat pemuaian logam-logam tersebut juga berbeda.

Logam yang paling besar pemuaiannya akan mendorong jarum penunjuk hingga berputar paling jauh, sedangkan logam yang pemuaiannya paling kecil akan mendorong jarum penunjuk berputar paling dekat. Jika digunakan batang logam aluminium, baja, dan besi, maka logam aluminium memuai paling besar, sedangkan besi adalah logam yang memuai paling kecil.

Alat Musschenbroek dapat menunjukkan bahwa:
  1. Pemuaian dan pertambahan panjang zat padat jika dipanaskan
  2. Pemuaian zat padat tergantung pada jenis zat padat itu
  3. Pemuaian zat padat sebanding dengan kenaikan suhunya
  4. Pemuaian panjang zat padat ditentukan oleh koefisien muai panjang zat padat itu
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat
Alat Musschenbroek


Pertambahan panjang 1m benda tiap kenaikan suhu 1°C ini disebut koefisien muai panjang (∝). Jadi, koefisien muai panjang suatu benda adalah bilangan yang menunjukkan pertambahan panjang suatu benda tiap satuan panjang jika suhu benda tersebut naik 1°C. Dengan demikian, jika dinyatakan bahwa koefisien muai panjang tembaga adalah 0,000017/°C maka berarti setiap 1 meter tembaga yang suhunya dinaikkan 1°C akan bertambah panjang 0,000017 meter. Jika ditulis dalam persamaan maka:
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat



Atau dapat juga ditulis dalam bentuk:

lt = l0 {1+∝.ΔT}

Sebatang tongkat logam pada suhu T1 panjangnya l1 dan pada suhu T2 panjangnya l2. Dengan proses matematika dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:

l2 = l1 {1 + ∝ (T2-T1)}
l2 = l1 {1+∝.ΔT}

Satuan koefisien muai panjang ini adalah .../°C atau .../°K.

Jenis Logam Koefisien Muai Panjang (.../°C)
Aluminium
0.000025
Tembaga
0.0000167
Besi 0.000012
Baja 0.000011
Platina 0.0000089
Kaca 0.000009
Kaca Pyrex
0.000003
Kuningan 0.000019
Seng 0.000026


B. Muai Luas Zat Padat

Pemuaian dalam zat padat sebenamya terjadi ke semua arah, yaitu memanjang, melebar, dan menebal. Namun, pengukuran pemuaian panjang pada benda padat sudah dianggap cukup memadai untuk mewakili pemuaian luas. Misalnya, menghitung pemuaian luas sebuah benda yang berupa lembaran tipis berbentuk persegi panjang dengan menghitung terlebih dahulu muai panjang dan muai lebamya dengan persamaan yang berlaku pada pemuaian panjang.

Jika pada suhu T1 luas benda adaiah A1 dan pada suhu T2 luasnya A2 maka berlaku persamaan muai luas dengan pendekatan sebagai berikut:

A2 = A1 {1 + 2∝ (T2-T1)} atau
A2 = A1 {1 + β (T2-T1)}
A2 = A1 {1 + β . ∆T}
β = 2∝
β = koefisien muai luas

Dengan:
A2 = Luas benda setelah dipanaskan (m2)
A1 = Luas benda mula-mula (m2)
β = Koefisien muai luas (°C-1 atau K-1)
T2 = Suhu benda setelah dipanaskan (°C atau K)
T1 = Suhu benda mula-mula (°C atau K)

Persamaan di atas cukup memadai untuk menghitung persoalan sederhana sehubungan dengan pemuaian luas benda padat (terutama untuk benda-benda padat dengan koefisien muai panjang yang kecil).

Koefisien muai luas zat padat adaiah bilangan yang menunjukkan pertambahan luas suatu benda tiap satuan luas jika suhunya naik 1°C.


C. Muai Ruang / Muai Volume Zat Padat

Muai apa yang terjadi pada benda yang berbentuk pipa dan berbentuk keping? Bagaimana pada benda yang berbentuk bola? Untuk membuktikan adanya muai ruang pada benda yang berbentuk bola dapat menggunakan alat yang diciptakan Willem 's Gravesande.

Jika bola dipanaskan, bola memuai, volumenya bertambah besar sehingga tidak dapat masuk ke dalam gelang. Setelah beberapa saat, gelang ikut panas dan bola dapat masuk kembali ke dalam gelang. Itu berarti, panas pindah dari bola ke gelang dan diameter gelang membesar.

Dengan gelang Willem 's Gravesande dapat dibuktikan bahwa:
  1. Zat padat jika dipanaskan akan memuai dan volumenya bertambah besar
  2. Pemuaian benda berongga akan memperbesar rongganya (arah pemuaiannya keluar rongga)
  3. Panas dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya.
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat
Gelang Gravesande

Pemuaian volume zat tergantung jenis zat padatnya. Sebuah benda padat pada suhu °C volumenya V1, pada suhu T°C, volumenya V2.

Pertambahan volume tiap satuan suhu benda padat adalah:
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat

Bilangan yang menunjukkan pertambahan volume suatu benda tiap satuan volume jika suhunya naik 1°C disebut koefisien muai ruang (γ).

Persamaan di atas dapat diubah menjadi persamaan berikut ini:
V2 = V1 (1 + γΔT)

Jika volume zat padat pada T2 adalah V1dan volume pada T2 adalah V2 maka berlaku:
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat




Untuk zat padat yang angka muainya sangat kecil, berlaku persamaan:
V2 = V1 {1 + γ (T2-T1)}
V2 = V1 {1 + γ . ∆T}

Dengan:
V2 = Volume benda setelah dipanaskan (m3)
V1 = Volume benda mula-mula (m3)
γ = 3∝ = Koefisien muai luas (°C-1 atau K-1)
T2 = Suhu benda setelah dipanaskan (°C atau K)
T1 = Suhu benda mula-mula (°C atau K)

Hubungan antara koefisien muai ruang (γ) dengan koefisien muai panjang (∝) dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
γ = 3∝

Pada konstruksi jembatan, pada setiap sambungan diberikan ruang kosong (spasi) yang berfungsi untuk menghindari tekanan antara bagian jembatan dengan jalan akibat terjadinya pemuaian zat padat.

Tuesday, October 27, 2020

Pengertian Suhu dan Alat Pengukur Suhu

Pengertian Suhu

Kita akan mengatakan dingin jika memegang es, dan akan mengatakan panas jika terkena air mendidih. Tetapi tidak bisa mengukur dengan pasti dingin atau panasnya suatu benda. Untuk mengetahui dingin atau panas suatu benda dibutuhkan besaran yang disebut suhu. Pengertian suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.

Sebagai gambaran tentang suhu, pada saat mandi menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan air hangat tersebut kita mencampur air dingin dengan air panas. Ketika tangan kita menyentuh air yang dingin, maka kita mengatakan suhu air tersebut dingin. Ketika tangan kita menyentuh air yang panas maka kita katakan suhu air tersebut panas. Dengan menggunakan Indra peraba kita mampu merasakan perbedaan suhu.

Akan tetapi indra peraba bukanlah alat pengukur suhu dikarenakan indra peraba tidak mampu memberikan nilai suhu suatu benda dengan satuan tertentu. Alat untuk mengukur suhu suatu benda adalah termometer. Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu.

pengertian suhu, alat ukur suhu, jenis termometer, satuan suhu, celcius, reamur, fahrenheit, kelvin, kelebihan dan kekurangan termometer, ipa, sekolah

Alat Pengukur Suhu

I. Alat-Alat Pengukur Suhu.
Jenis-jenis termometer berdasarkan zat pengisinya, antara lain

a. Termometer suhu badan
Termometer suhu badan yang biasanya digunakan adalah termometer klinik. Termometer ini mempunyai skala antara 35 - 42°C sesuai dengan suhu tubuh manusia. Zat termometrik yang digunakan untuk mengisi tabung termometer ini adalah raksa.
 

b. Termometer bimetal (zat padat termometer)
Termometer bimetal memanfaatkan logam untuk menunjukkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral dan tipis, sedangkan ujung spiral bimetal ditahan sehingga tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada pinggir penunjuk. Contoh termometer jenis ini adalah termometer bimetal.

c. Termometer Kristal cair
Termometer dengan jenis seperti ini menggunakan bahan kristal cair yang akan mengalami perubahan warna ketika menerima perubahan suhu. Bentuk termometer tipis serta penggunaannya sangatlah mudah yaitu dengan ditempelkan pada objek yang diukur atau diamati suhunya. Prinsip kerja dari termometer kristal cair ini adalah warna pada termometer ini akan berubah jika terkena panas.

d. Termometer gas
Termometer dengan menggunakan sifat perubahan gas ketika adanya perubahan teperatur atau suhu dari lingkungan maupun benda. Ada dua macam termometer gas, yaitu:
1) Termometer yang volume gasnya dijaga tetap, dan tekanan gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.
2) Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap, dan volume gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.

e. Termometer digital
Termometer digital adalah termometer yang menggunakan sensor digital dan layar LCD untuk menunjukkan tingkat suhu. Sensor yang digunakan biasanya termokopel. termometer ini mampu menampilkan tingkat suhu secara pasti. Kepastian tingkat suhu disajikan dalam bentuk angka yang muncul dalam display suhu dari termometer tersebut.

f. Termometer infra merah
Prinsip kerja termometer ini dengan mengukur radiasi energi sinar inframerah, kemudian dikonversikan ke nilai suhu. Termometer ini juga menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh. Termometer ini sangat sesuai untuk mengukur objek lingkungan bahaya.


II. Termometer air raksa dan alkohol.

Termometer dibuat berdasarkan prinsip bahwa volume zat cair akan memuai jika dipanaskan dan akan menyusut jika didinginkan. Zat cair sebagai pengisi termometer ada 2 macam, yaitu air raksa dan alkohol. Kedua zat cair tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Diantaranya adalah :

A. Termometer Air Raksa.

Beberapa kelebihan air raksa sebagai pengisi termometer:
1) Tidak membasahi dinding pipa kapiler.
2) Mudah dilihat karena mengkilat.
3) Pemuaian raksa teratur.
4) Jangkauan suhu cukup besar, titik bekunya - 40°C dan titik didihnya 350°C.

Kelemahan air raksa:
1) Harganya mahal.
2) Raksa tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah.
3) Termasuk zat yang berbahaya/beracun.

B. Termometer Alkohol.

Kelebihan Alkohol:
1) Hargaya murah.
2) Dapat mengukur suhu yang sangat rendah karena alkohol membeku pada suhu -112°C.

Kelemahan alkohol:
1) Membasahi dinding kaca
2) Alkohol tidak berwarna sehingga sulit diamati.
3) Tidak dapat mengukur suhu tinggi karena alohol mendidih pada suhu 78°C


III. Hubungan antara Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.

Perbandingan skala pada termometer
C:R:(F-32) = 100 : 80 : 180
C:R:(F-32) = 5 : 4 : 9

Hubungan antara Celcius dan Reamur.
a. t°C = 5/4 x t°R
b. t°R = 4/5 x t°C
 
Hubungan antara Celcius dan Fahrenheit.
a. t°C = 5/9 x (t°F - 32)
b. t°F = (9/5 x t°C) + 32
 
Hubungan antara Reamur dan Fahrenheit.
a. t°R =  4/9 x (t°F - 32)
b. t°F = (9/4 x t°R) + 32
 
Hubungan antara Celsius dan Kevin
a. t°K = t°C + 273
b. t°C = t°K - 273

Sunday, October 25, 2020

Sifat-Sifat Benda - Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Pengertian Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Sifat-sifat benda sangat penting diketahui, untuk membedakan perubahan-perubahan yang terjadi pada benda tersebut. Sifat-sifat benda secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia.

Sifat Fisika adalah sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat fisik atau termasuk didalamnya bentuk, wama, bau, kekerasan, titik didih, titik beku, titik leleh, daya hantar, ukuran partikel, dan massa jenis (densitas).

Sifat Kimia merupakan sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau sukamya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.
 
Selain sifat-sifat di atas, dikenal juga Sifat Intensif dan Sifat Ekstensif. Sifat Intensif adalah sifat zat yang tidak bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya: warna, bau, rasa, titik didih, titik leleh, titik beku, kalor jenis, dan lain-lain. Sifat Ekstensif adalah sifat zat yang bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya : massa, massa jenis, volume, dan lain-lain.

jelaskan apa perbedaan sifat fisika dan sifat kimia, contoh, ciri-ciri, sifat fisis, sifat intensif, sifat ekstensif, pengertian, ipa, smp, pelajaran

Perbedaan Sifat Fisika dan Sifat Kimia

A. Sifat Fisika Zat.
 
Sifat fisis adalah sifat materi yang dapat diamati melalui pengamatan dan pengukuran secara langsung dengan alat indra tanpa mengubah zat penyusun. Dalam sifat fisika ini tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Yang tergolong sifat fisis suatu zat antara lain:
  1. Warna : Warna suatu benda bisa disebut ciri tersendiri yang membedakan antara zat yang satu dengan zat yang lainnya. Contoh: Aluminium berwarna perak, karbon berwarna hitam, susu berwarna putih.
  2. Bau : tiap zat memiliki jenis bau sendiri. Ada bau harum, amis, dan sebagainya
  3. Rasa
  4. Wujud zat : wujud zat terdiri dari zat padat, cair, dan gas.
  5. Kelarutan
  6. Berat jenis
  7. Kekerasan
  8. Kemagnetan : berdasarkan sifat kemanetannya, benda dibedakan menjadi 2 yaitu: magnetik dan nonmagnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnetik, dan benda nonmagnetik adalah benda yang tidak terpengaruh oleh magnet atau tidak dapat ditarik oleh magnet.
  9. Titik didih, titik leleh, titik beku, titik lebur
  10. Hantaran panas, dan sebagainya.


jelaskan apa perbedaan sifat fisika dan sifat kimia, contoh, ciri-ciri, sifat fisis, sifat intensif, sifat ekstensif, pengertian, ipa, smp, pelajaran


Sifat Fisika
Tembaga BesiAir Oksigen Garam Dapur
Kekerasan Lunak KerasCair Tidak Dapat Dirasa
Lunak
Hambatan Jenis Listrik
Kecil BesarKecil Tidak Ada
Besar
Kelenturan Lentur Mudah Putus
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Wujud Padat PadatCair Gas Padat
Warna Kemerahan Putih Logam
Bening Tanpa Warna
Keputihan
Kelarutan Tidak Larut
Tidak Larut
Larut Larut Larut
Menguap Sulit SulitSulit Mudah Sulit

B. Sifat Kimia Zat.

Sifat kimia adalah sifat materi yang dapat diamati setelah materi tersebut berinteraksi dengan zat lain sehingga terbentuk zat baru. Sifat kimia antara lain adalah:
  1. Kestabilan (mudah tidaknya zat tersebut berubah)
  2. Mudah tidaknya zat terbakar
  3. Daya ionisasi
  4. Berkarat
  5. Beracun
  6. Membusuk, dan sebagainya

Monday, October 19, 2020

Perubahan Wujud Benda (Zat) - Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, Mengkristal

Benda dapat mengalami perubahan wujud, dimana perubahan wujud tersebut terjadi apabila benda dipanaskan atau didinginkan dengan suhu tertentu.


Perubahan wujud benda terbagi menjadi 6 macam, antara lain: mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.

perubahan wujud zat, benda, padat, cair, gas, Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, Mengkristal

1. Mencair (Melting).


Mencair adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) padat menjadi cair. Proses mencair disebabkan adanya kenaikan suhu (pemanasan). Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).


Contoh peristiwa mencair adalah: perubahan es batu menjadi air, lilin yang meleleh ketika dinyalakan, dan mentega yang mencair apabila dipanaskan.


2. Membeku (Freezing).


Membeku adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) cair menjadi padat. Benda cair akan membeku bila mengalami penurunan suhu yang sangat dingin (pendinginan). Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0° C. Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).


Contoh peristiwa membeku adalah: air yang dimasukan freezer (pendingin) akan menjadi beku (es batu), cairan agar-agar jika sudah dingin akan membeku, lilin yang dimatikan akan kembali mengeras.


3. Menguap (Evaporation).


Menguap adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) cair menjadi gas. Benda cair akan menguap karena adanya kenaikan suhu yang sangat besar, biasanya terjadi pada suhu 100° C. Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).


Ada 4 cara untuk mempercepat terjadinya proses penguapan:

  • Memanaskan zat cair.
  • Memperluas permukaan zat cair.
  • Meniupkan udara diatas permukaan zat cair.
  • Mengurangi tekanan di atas permukaan zat cair.


Contoh peristiwa menguap adalah: air yang dipanaskan (direbus) lama-lama akan habis menjadi uap, bensin dan spiritus yang didiamkan di tempat terbuka lama-lama akan habis menjadi gas.



4. Mengembun (Condensation).


Mengembun adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) gas menjadi cair. Gas akan mengembun karena terjadinya penurunan suhu (suhu udara menjadi dingin). Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).


Contoh peristiwa mengembun adalah: Udara menjadi titik-titik air atau embun dipagi hari, peristiwa terjadinya hujan, dan daur air di alam.


5. Menyublim (Sublimation).


Menyublim adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).


Contoh peristiwa menyublim adalah: kapur barus lama-lama akan habis.


6. Mengkristal (Deposition).


Mengkristal adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).


Contoh peristiwa mengkristal adalah: perubahan uap air menjadi salju.


CATATAN:


  1. Air merupakan benda yang bisa berubah menjadi 3 wujud yaitu padat, cair, dan gas.
  2. Perubahan wujud sementara adalah perubahan wujud suatu benda yang jika dipanaskan atau didinginkan akan kembali ke wujud semula.
  3. Perubahan wujud tetap adalah perubahan wujud suatu benda yang jika dipanaskan akan kehilangan sifat-sifat asalnya.
  4. Faktor yang menyebabkan perubahan wujud diantaranya adalah suhu.
  5. Perubahan wujud benda berdasarkan sifat perubahannya dibedakan menjadi 2 yaitu: Perubahan Fisika & Perubahan Kimia. (Artikel terkait :  Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia).

Wednesday, October 14, 2020

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

Wujud zat sangat relatif. Zat padat bisa berubah menjadi cair atau gas. Demikian pula sebaliknya, wujud zat sangat dipengaruhi oleh susunan partikel dan gerak partikelnya. Susunan dan gerak partikel dipengaruhi oleh suhu. Semakin suhunya dinaikkan, gerak partikel akan semakin aktif.


Setiap zat bisa berubah wujud. Perubahan wujud ini dapat terjadi secara kimia maupun fisika. Perbedaan mendasar antara kedua perubahan wujud ini adalah prosesnya. Dimana proses secara kimia lebih kompleks jika dijelaskan lebih mendetail dibandingkan dengan perubahan fisika.


I. Perubahan Secara Kimia.

Perubahan Kimia adalah proses perubahan suatu zat yang menghasilkan jenis zat yang baru. Ciri-ciri terjadinya proses perubahan secara kimia adalah terjadinya perubahan warna, suhu, terjadinya endapan, dan terjadinya pembentukan gas.


Contoh perubahan secara kimia antara lain :

  • Pembakaran, Kayu dibakar menjadi nyala api, asap, arang dan abu (zat baru).
  • Peragian atau Proses Fermentasi, (singkong jadi tape)
  • Korosi /Proses pengkaratan, besi yang berkarat
  • Pelapukan, tumbuhan yang membusuk
  • Pengenziman dan fotosintesis


Reaksi Kimia merupakan istilah lain dari perubahan kimia. Pada reaksi kimia selalu terjadi perubahan dari zat asal (pereaksi atau reaktan) menjadi zat yang baru (hasil reaksi atau produk). Dalam proses peragian singkong menjadi tape, singkong dan ragi merupakan pereaksinya.sedangkan tape merupakan hasil reaksi.


Selain dari terjadinya zat baru, perubahan kimia masih dapat dibedakan dari perubahan fisika berdasarkan ciri-ciri yang dapat menyertainya. Ada empat hal yang menjadi ciri atau petunjuk telah berlangsungnya reaksi kimia, yaitu:

1. Terjadinya perubahan warna.

Contoh : Jika kita membakar kertas atau kayu, maka kertas atau kayu sebelum dan sesudah dibakar akan berbeda.

 

perubahan fisika, perubahan kimia, pengertian, contoh,  ciri-ciri, pemanfaatan perubahan, ipa, pelajaran sekolah, smp


2. Terjadinya perubahan suhu.

Suatu reaksi kimia dapat terjadi dengan disertai pelepasan atau penyerapan kalor. Pada reaksi kimia yang melepas kalor, suhu zat yang bereaksi akan mengalami kenaikan. Sedangkan reaksi kimia yang disertai penyerapan kalor dapat kita ketahui dengan adanya penurunan suhu dari zat yang bereaksi.


3. Terbentuknya endapan.

Endapan merupakan zat padat yang tidak larut dalam cairan dan terbentuk dari reaksi antara dua larutan. Endapan yang dihasilkan dalam suatu reaksi kimia biasanya memiliki warna tertentu. Warna endapan tidak selalu sama dengan warna zat-zat yang bereaksi dan tidak semua reaksi kimia antara dua larutan dapat menghasilkan endapan. Zat yang sukar larut dalam air biasanya memiliki kecenderungan yang besar untuk membentuk endapan dibandingkan zat yang mudah larut.


Beberapa zat kimia yang sukar larut dalam air yaitu AgCl, PbCl2, Pbl2, PbSO4, BaSO4, CaCO3 dan banyak lagi. Jika dua buah larutan direaksikan dan dari reaksi tersebut dihasilkan zat yang sukar larut dalam air, maka kemungkinan besar zat ini akan mengendap.


4. Terbentuknya gas.

Seperti halnya endapan, pada reaksi kimia juga dapat dihasilkan gas. Gas yang dihasilkan dapat berupa gas hidrogen, oksigen, karbondioksida, atau gas yang lainnya. Terbentuknya gas dari suatu reaksi kimia ditandai dengan adanya gelembung-gelembung gas, adanya bau atau ciri yang lainnya.


II. Perubahan Secara fisika.

Perubahan Fisika adalah perubahan wujud zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru. Hal ini merupakan kebalikan dari perubahan kimia. Salah satu contoh perubahan secara fisika adalah es yang mencair, lilin yang meleleh, air yang membeku dan lainnya.


Perubahan secara fisika memiliki ciri-ciri yaitu :

  1. Tidak menghasilkan zat baru (es mencair)
  2. Dapat kembali ke wujud semula (lilin yang mencair)
  3. Dapat berubah wujud dan kelarutan. (air yang membeku dan mencair)
  4. Adanya aliran energi (lampu yang menyala)
 

perubahan fisika, perubahan kimia, pengertian, contoh,  ciri-ciri, pemanfaatan perubahan, ipa, pelajaran sekolah, smp


Perubahan-perubahan fisika dan kimia, seperti yang telah diuraikan di atas, dapat terjadi karena berbagai hal.



III. Beberapa contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.


A. Contoh Perubahan Fisika, antara lain:


1. Perubahan fisika karena perubahan bentuk.

  • Beras ditumbuk menjadi tepung beras.
  • Kayu dibuat meja.
  • Kulit binatang dibuat dompet.


2. Perubahan fisika karena perubahan wujud.

  • Air mencair menjadi es.
  • Kapur barus menyublim menjadi uap.
  • Bensin menguap.
 
perubahan fisika, perubahan kimia, pengertian, contoh,  ciri-ciri, pemanfaatan perubahan, ipa, pelajaran sekolah, smp

3. Perubahan fisika karena hal lain.

  • Larutnya gula dalam air.
  • Daun menjadi layu.
  • Pagar rumah dicat.


B. Contoh-contoh perubahan kimia, antara lain :


1. Perubahan kimia karena pembakaran.

  • Kayu/kertas dibakar.
  • Petasan yang meledak.

 
2. Perubahan kimia karena peragian.

  • Singkong menjadi tape.
  • Kedelai dibuat kecap, tempe, tahu.
  • Susu dibuat menjadi keju.
  • Tepung dibuat menjadi roti.


3) Perubahan kimia karena hal lain.

  • Besi yang berkarat.
  • Kayu yang melapuk.
  • Proses fotosintesis.


IV. Pemanfaatan perubahan materi.

Perubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi pada setiap materi dimanfaatkan orang untuk berbagai keperluan, misalnya dalam bidang industri. Pemanfaatan perubahan fisika dan kimia daiam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai berikut:


A. Pemanfaatan perubahan fisika.
Proses pengolahan gula dari tebu dan garam dari air laut, proses pengolahan bahan bakar minyak dari minyak mentahnya.


B. Pemanfaatan perubahan kimia.
Proses-proses yang terjadi dalam industri, umumnya memanfaatkan proses-proses kimia. Beberapa di antaranya yaitu proses peragian, pembuatan obat-obatan dari bahan- bahan tradisional, industri tekstil, cat, pupuk dan pestisida, sabun dan detergen, dan Iain-lain.

Wednesday, September 30, 2020

Wujud dan Sifat Benda Padat, Benda Cair, dan Benda Gas

Perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kita seperti buku, pensil, meja, kursi, paku, air, udara dan sebagainya. Jika ditimbang pasti memiliki massa tertentu. Ruang yang ditempati benda-benda tersebut juga berbeda-beda.bergantung pada jenisnya.


Selain memiliki massa dan menempati ruangnya, benda-benda tersebut juga memiliki sifat-sifat diantaranya dapat dilihat, dipegang, dan dirasakan atau dicium baunya. Segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dapat diraba dan memiliki sifat-sifat tertentu dinamakan zat atau materi.

Para ilmuwan mengklasifikasi materi agar lebih mudah dipelajari dan disusun secara sistematis. Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas. Contoh zat padat antara lain beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Air, minyak goreng, dan bensin merupakan contoh wujud cair. Sedangkan contoh zat berwujud gas adalah udara, asap, dan uap air.


Contoh wujud zat yang sederhana dan mudah di pahami adalah perubahan wujud air. Ketika dalam bentuk bongkahan es, maka es tersebut dikatakan dalam wujud padat. Tetapi, ketika dipanaskan es tersebut mencair maka akan berubah kembali menjadi air. Air tersebut dikatakan dalam wujud cair. Ketika dipanaskan pada suhu 100°C, air akan berubah menjadi uap air. Uap air dikatakan dalam wujud gas.


benda padat, cair, gas, wujud, sifat, manfaat, partikel, bentuk, volume, contoh, materi, bentuk, ipa, pelajaran sekolah


I. Benda Padat.


Sifat-sifat benda padat yaitu:

  1. Bentuknya tetap.
  2. Volumenya tetap.
  3. Jarak antar partikel sangat rapat dan berdekatan,  serta gaya tarik antar partikel sangat kuat. Partikel tersusun teratur dan tidak dapat bergerak bebas.
  4. Menempati ruang.
  5. Mempunyai massa (berat).
  6. Memiliki kekerasan tertentu.
  7. Bentuknya tidak mudah berubah meskipun dipindahkan.
  8. Bentuk permukaan benda padat tidak selalu rata.
  9. Di dalam air dapat terapung, melayang, dan tenggelam.
  10. Bentuknya dapat diubah dengan cara tertentu.


Benda padat dapat diubah bentuknya dengan cara tertentu semisal: batang kayu dibentuk menjadi kursi dengan cara dipahat dan diukir. Massa (berat) benda padat tergantung pada jenis dan ukurannya.


II. Benda Cair.


Sifat-sifat benda cair yaitu:

  1. Bentuknya berubah-ubah sesuai dengan tempatnya (wadahnya).
  2. Volume (isi) tetap.
  3. Jarak antar partikel agak renggang dan gaya atarik antar partikel lemah. Partikelnya tersusun teratur dan dapat bergerak bebas namun terbatas.
  4. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah.
  5. Dapat meresap melalui celah-celah kecil. Kapilaritas adalah peristiwa meresapnya zat cair melalui celah-celah kecil.
  6. Menempati ruang.
  7. Mempunyai berat dan massa. Berat benda cair tergantung pada volumenya.
  8. Permukaan benda cair yang tenang selalu datar.
  9. Dapat menekan dan bergerak ke segala arah. Tekanan air makin ke bawah, makin kuat (besar) tekanannya.
  10. Bentuk permukaan benda cair pada tempat yang sempit akan cekung dan cembung.
  11. Dapat melarutkan berbagai zat. Air disebut juga zat pelarut karena memiliki kemampuan untuk melarutkan zat atau bahan tertentu. Larutan adalah air dan zat yang terlarut di dalamnya.
  12. Tinggi permukaan air didalam pipa yang berhubungan selalu sama.


Pemanfaat sifat-sifat benda cair oleh manusia, antara lain:

  1. Sifat benda cair mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tandon air, dan juga pembuatan lantai kamar mandi yang dibuat agak miring.
  2. Sifat permukaan benda cair yang tenang selalu datar dapat dimanfaatkan pada waterpass yang digunakan untuk mengukur tingkat kedataran dan kemiringan suatu tempat.
  3. Sifat benda cair dapat meresap melalui celah-clah kecil dapat dimanfaatkan semisal pada kompor minyak.
  4. Sifat benda cair dapat melarutkan berbagai macam zat dapat dimanfaatkan dalam proses pelarutan gula saat membuat teh, atau pelarutan garam dalam proses memasak.


III. Benda Gas.


Sifat-sifat benda gas yaitu:

  1. Tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan.
  2. Bentuk dan volumenya selalu berubah-ubah.
  3. Jarak antar partikel sangat renggang dan gaya tarik antar partikel sangat lemah. Susunan partikel tidak teratur dan dapat bergerak sangat bebas.
  4. Mengisi ruangan yang ditempatinya dan terdapat dimana-mana.
  5. Memiliki berat.
  6. Mempunyai tekanan.
  7. Dapat mengalir. Angin adalah udara yang mengalir karena adanya perbedaan tekanan udara.
  8. Dapat memuai karena panas.

Tuesday, September 29, 2020

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tujuan Teks Deskripsi

A. Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi

Teks Deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut.

Kata deskripsi berasal dari bahasa Latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan.

1. Mengidentifikasi Ciri Objek, Tujuan, dan Isi Teks Deskripsi

a. Ciri-ciri teks deskripsi

Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas, sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ciri-cirinya:

  1. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  2. Paragraf yang digambarkan, dijelaskan secara sangat jelas, dan rinci serta melibatkan kesan indra.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

 

b. Tujuan teks deskripsi

Tujuan Teks deskripsi adalah memberi penjelasan yang utuh kepada pembacanya supaya mereka dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dengan jelas, entah dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa, dan lain sebagainya.
 

c. Isi teks deskripsi


Pada teks deskripsi, penulis berusaha memindahkan kesan atau persepsi, hasil observasi, dan kata hatinya kepada pembaca dengan menyampaikan sifat dan semua perincian yang dapat ditemukan pada objek yang diamati. Dengan istilah lain, penulis berusaha menciptakan sensasi atau impresi indra pembaca dalam rangka menghasilkan kesan berdasarkan daya nalar dan imajinasinya melalui teks atau paragraf deskripsi.

2. Mengidentifikasi Jenis Teks Deskripsi


Teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis teks, yakni:

  • Teks Deskripsi Spatial.
  • Teks Deskripsi Subjektif.
  • Teks Deskripsi Objektif.


3. Mendaftar Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi


Berikut ciri kebahasaan teks deskripsi.

  1. Teks deskripsi melukiskan atau menggambarkan kondisi objek, tempat, peristiwa, dan semacamnya secara terperinci.
  2. Teks deskripsi memberikan kesan berdasarkan efek panca indra, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan penulis.
  3. Teks deskripsi menggali sumber ide dari pengamatan (observasi), sehingga semakin baik dan detail pengamatan seorang penulis, maka besar kemungkinan penggambaran dalam teks deskripsi semakin baik dan detail pula.
  4. Teks deskripsi membutuhkan data-data valid berupa fakta dan sesuai realita sebagai ilustrasi untuk memperjelas penggambaran.
  5. Teks deskripsi menggunakan pola pengembangan urutan ruang. Di bagian ini, penulis menggambarkan suatu kondisi, peristiwa, dan hal dalam teks deskripsi berdasarkan objek yang diamati satu persatu atau secara bergantian.

teks deskripsi, pengertian, ciri-ciri, tujuan, teks deskripsi, pelajaran bahasa indonesia, jenis, penggunaan bahasa,struktur, cara menulis, langkah



B. Menentukan Isi Teks Deskripsi

1. Menentukan Perincian Informasi Pada Teks Deskripsi



Berdasarkan penulisannya teks deskripsi dibagi menjadi dua pola pengembangan, yaitu

  • Pola pengembangan spasial
  • Pola pengembangan sudut pandang.


2. Membandingkan Isi Teks 1 dan Teks 2

Berikut langkah-langkah yang harus kalian lakukan agar dapat membandingkan dua teks
deskripsi.

  • Bacalah dengan cermat teks deskripsi tersebut.
  • Carilah perbedaan topik utama dan perincian isi teks deskripsi tersebut.
  • Carilah persamaan kedua teks tersebut berdasarkan pola pengelompokannya.
  • Carilah perbedaan atau persamaan penulis dalam mengembangkan isi tersebut.
  • Tuliskan perbedaan atau persamaan kesan panca indra teks deskripsi tersebut.


C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Deskripsi

1. Mencermati Struktur Teks Deskripsi


Teks deskripsi memliki 3 unsur sebagai struktur pembangunnya. Struktur-struktur tersebut antara lain identifikasi, klarifikasi, dan bagian deskripsi.

2. Menelaah Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

 
Berikut adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:

  • Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan, seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dan Iain-lain.
  • Menggunakan frasa yang mengandung kata benda, contoh: beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dan lain-lain.
  • Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan, seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja transitif untuk memberikan informasi subjek, misal: siswa itu mengenakan seragam putih biru dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya pikir itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dan lain-lain.
  • Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek, seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dan lain-lain.
  • Menggunakan bahasa kiasan atau majas.

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan untuk membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Berikut jenis-jenis majas yang terdapat dalam teks deskripsi.

  1. Majas Metafora : Majas metafora ialah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda.
  2. Majas Personifikasi : Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia.


D. Menyajikan Lisan dan Menulis Teks Deskripsi

1. Menyajikan Teks Deskripsi secara Lisan dari Video yang Diamati


Cara menyajikan teks deskripsi secara lisan sesungguhnya hampir sama dengan menyajikan teks secara tertulis. Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menyampaikan teks deskripsi secara lisan, antara lain sebagai berikut:

  • Materi.
  • Pola pengembangan yang digunakan.
  • Bahasa.
  • Aspek-aspek berbicara.


2. Menulis Teks Deskripsi


Berikut langkah-langkah menulis teks deskripsi:

  • Menentukan subjek yang akan dideskripsikan dan membuat judul yang sesuai.
  • Membuat kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan.
  • Mencari dan mengumpulkan data.
  • Menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf pembuka teks deskripsi atau bagian identifikasi.
  • Membuat rincian objek/suasana yang kamu deskripsikan dengan menggunakan kata dan kalimat yang merangsang panca indra. Sehingga pembaca teks deskripsi akan seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang kalian deskripsikan. Sebaiknya menggunakan variasi kata agar menarik.


3. Menyunting Teks Deskripsi


Menyunting dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan. Menyunting dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:

  • Membaca tulisan dengan teliti.
  • Memperbaiki kesalahan penulisan ejaan.
  • Memperbaiki kalimat sehingga menjadi kalimat yang runtut.
  • Memperbaiki paragraf hingga menjadi paragraf yang padu.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyuntingan adalah sebagai berikut.

  • Ketepatan penulisan ejaan.
  • Ketepatan penggunaan kata-kata.
  • Penggunaan kalimat efekif.
  • Keterpaduan paragraf.