Wednesday, September 30, 2020

Wujud dan Sifat Benda Padat, Benda Cair, dan Benda Gas

Perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kita seperti buku, pensil, meja, kursi, paku, air, udara dan sebagainya. Jika ditimbang pasti memiliki massa tertentu. Ruang yang ditempati benda-benda tersebut juga berbeda-beda.bergantung pada jenisnya.


Selain memiliki massa dan menempati ruangnya, benda-benda tersebut juga memiliki sifat-sifat diantaranya dapat dilihat, dipegang, dan dirasakan atau dicium baunya. Segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dapat diraba dan memiliki sifat-sifat tertentu dinamakan zat atau materi.

Para ilmuwan mengklasifikasi materi agar lebih mudah dipelajari dan disusun secara sistematis. Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas. Contoh zat padat antara lain beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Air, minyak goreng, dan bensin merupakan contoh wujud cair. Sedangkan contoh zat berwujud gas adalah udara, asap, dan uap air.


Contoh wujud zat yang sederhana dan mudah di pahami adalah perubahan wujud air. Ketika dalam bentuk bongkahan es, maka es tersebut dikatakan dalam wujud padat. Tetapi, ketika dipanaskan es tersebut mencair maka akan berubah kembali menjadi air. Air tersebut dikatakan dalam wujud cair. Ketika dipanaskan pada suhu 100°C, air akan berubah menjadi uap air. Uap air dikatakan dalam wujud gas.


benda padat, cair, gas, wujud, sifat, manfaat, partikel, bentuk, volume, contoh, materi, bentuk, ipa, pelajaran sekolah


I. Benda Padat.


Sifat-sifat benda padat yaitu:

  1. Bentuknya tetap.
  2. Volumenya tetap.
  3. Jarak antar partikel sangat rapat dan berdekatan,  serta gaya tarik antar partikel sangat kuat. Partikel tersusun teratur dan tidak dapat bergerak bebas.
  4. Menempati ruang.
  5. Mempunyai massa (berat).
  6. Memiliki kekerasan tertentu.
  7. Bentuknya tidak mudah berubah meskipun dipindahkan.
  8. Bentuk permukaan benda padat tidak selalu rata.
  9. Di dalam air dapat terapung, melayang, dan tenggelam.
  10. Bentuknya dapat diubah dengan cara tertentu.


Benda padat dapat diubah bentuknya dengan cara tertentu semisal: batang kayu dibentuk menjadi kursi dengan cara dipahat dan diukir. Massa (berat) benda padat tergantung pada jenis dan ukurannya.


II. Benda Cair.


Sifat-sifat benda cair yaitu:

  1. Bentuknya berubah-ubah sesuai dengan tempatnya (wadahnya).
  2. Volume (isi) tetap.
  3. Jarak antar partikel agak renggang dan gaya atarik antar partikel lemah. Partikelnya tersusun teratur dan dapat bergerak bebas namun terbatas.
  4. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah.
  5. Dapat meresap melalui celah-celah kecil. Kapilaritas adalah peristiwa meresapnya zat cair melalui celah-celah kecil.
  6. Menempati ruang.
  7. Mempunyai berat dan massa. Berat benda cair tergantung pada volumenya.
  8. Permukaan benda cair yang tenang selalu datar.
  9. Dapat menekan dan bergerak ke segala arah. Tekanan air makin ke bawah, makin kuat (besar) tekanannya.
  10. Bentuk permukaan benda cair pada tempat yang sempit akan cekung dan cembung.
  11. Dapat melarutkan berbagai zat. Air disebut juga zat pelarut karena memiliki kemampuan untuk melarutkan zat atau bahan tertentu. Larutan adalah air dan zat yang terlarut di dalamnya.
  12. Tinggi permukaan air didalam pipa yang berhubungan selalu sama.


Pemanfaat sifat-sifat benda cair oleh manusia, antara lain:

  1. Sifat benda cair mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tandon air, dan juga pembuatan lantai kamar mandi yang dibuat agak miring.
  2. Sifat permukaan benda cair yang tenang selalu datar dapat dimanfaatkan pada waterpass yang digunakan untuk mengukur tingkat kedataran dan kemiringan suatu tempat.
  3. Sifat benda cair dapat meresap melalui celah-clah kecil dapat dimanfaatkan semisal pada kompor minyak.
  4. Sifat benda cair dapat melarutkan berbagai macam zat dapat dimanfaatkan dalam proses pelarutan gula saat membuat teh, atau pelarutan garam dalam proses memasak.


III. Benda Gas.


Sifat-sifat benda gas yaitu:

  1. Tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan.
  2. Bentuk dan volumenya selalu berubah-ubah.
  3. Jarak antar partikel sangat renggang dan gaya tarik antar partikel sangat lemah. Susunan partikel tidak teratur dan dapat bergerak sangat bebas.
  4. Mengisi ruangan yang ditempatinya dan terdapat dimana-mana.
  5. Memiliki berat.
  6. Mempunyai tekanan.
  7. Dapat mengalir. Angin adalah udara yang mengalir karena adanya perbedaan tekanan udara.
  8. Dapat memuai karena panas.

Tuesday, September 29, 2020

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tujuan Teks Deskripsi

A. Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi

Teks Deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut.

Kata deskripsi berasal dari bahasa Latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan.

1. Mengidentifikasi Ciri Objek, Tujuan, dan Isi Teks Deskripsi

a. Ciri-ciri teks deskripsi

Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas, sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ciri-cirinya:

  1. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  2. Paragraf yang digambarkan, dijelaskan secara sangat jelas, dan rinci serta melibatkan kesan indra.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

 

b. Tujuan teks deskripsi

Tujuan Teks deskripsi adalah memberi penjelasan yang utuh kepada pembacanya supaya mereka dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dengan jelas, entah dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa, dan lain sebagainya.
 

c. Isi teks deskripsi


Pada teks deskripsi, penulis berusaha memindahkan kesan atau persepsi, hasil observasi, dan kata hatinya kepada pembaca dengan menyampaikan sifat dan semua perincian yang dapat ditemukan pada objek yang diamati. Dengan istilah lain, penulis berusaha menciptakan sensasi atau impresi indra pembaca dalam rangka menghasilkan kesan berdasarkan daya nalar dan imajinasinya melalui teks atau paragraf deskripsi.

2. Mengidentifikasi Jenis Teks Deskripsi


Teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis teks, yakni:

  • Teks Deskripsi Spatial.
  • Teks Deskripsi Subjektif.
  • Teks Deskripsi Objektif.


3. Mendaftar Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi


Berikut ciri kebahasaan teks deskripsi.

  1. Teks deskripsi melukiskan atau menggambarkan kondisi objek, tempat, peristiwa, dan semacamnya secara terperinci.
  2. Teks deskripsi memberikan kesan berdasarkan efek panca indra, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan penulis.
  3. Teks deskripsi menggali sumber ide dari pengamatan (observasi), sehingga semakin baik dan detail pengamatan seorang penulis, maka besar kemungkinan penggambaran dalam teks deskripsi semakin baik dan detail pula.
  4. Teks deskripsi membutuhkan data-data valid berupa fakta dan sesuai realita sebagai ilustrasi untuk memperjelas penggambaran.
  5. Teks deskripsi menggunakan pola pengembangan urutan ruang. Di bagian ini, penulis menggambarkan suatu kondisi, peristiwa, dan hal dalam teks deskripsi berdasarkan objek yang diamati satu persatu atau secara bergantian.

teks deskripsi, pengertian, ciri-ciri, tujuan, teks deskripsi, pelajaran bahasa indonesia, jenis, penggunaan bahasa,struktur, cara menulis, langkah



B. Menentukan Isi Teks Deskripsi

1. Menentukan Perincian Informasi Pada Teks Deskripsi



Berdasarkan penulisannya teks deskripsi dibagi menjadi dua pola pengembangan, yaitu

  • Pola pengembangan spasial
  • Pola pengembangan sudut pandang.


2. Membandingkan Isi Teks 1 dan Teks 2

Berikut langkah-langkah yang harus kalian lakukan agar dapat membandingkan dua teks
deskripsi.

  • Bacalah dengan cermat teks deskripsi tersebut.
  • Carilah perbedaan topik utama dan perincian isi teks deskripsi tersebut.
  • Carilah persamaan kedua teks tersebut berdasarkan pola pengelompokannya.
  • Carilah perbedaan atau persamaan penulis dalam mengembangkan isi tersebut.
  • Tuliskan perbedaan atau persamaan kesan panca indra teks deskripsi tersebut.


C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Deskripsi

1. Mencermati Struktur Teks Deskripsi


Teks deskripsi memliki 3 unsur sebagai struktur pembangunnya. Struktur-struktur tersebut antara lain identifikasi, klarifikasi, dan bagian deskripsi.

2. Menelaah Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

 
Berikut adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:

  • Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan, seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dan Iain-lain.
  • Menggunakan frasa yang mengandung kata benda, contoh: beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dan lain-lain.
  • Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan, seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja transitif untuk memberikan informasi subjek, misal: siswa itu mengenakan seragam putih biru dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya pikir itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dan lain-lain.
  • Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek, seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dan lain-lain.
  • Menggunakan bahasa kiasan atau majas.

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan untuk membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Berikut jenis-jenis majas yang terdapat dalam teks deskripsi.

  1. Majas Metafora : Majas metafora ialah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda.
  2. Majas Personifikasi : Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia.


D. Menyajikan Lisan dan Menulis Teks Deskripsi

1. Menyajikan Teks Deskripsi secara Lisan dari Video yang Diamati


Cara menyajikan teks deskripsi secara lisan sesungguhnya hampir sama dengan menyajikan teks secara tertulis. Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menyampaikan teks deskripsi secara lisan, antara lain sebagai berikut:

  • Materi.
  • Pola pengembangan yang digunakan.
  • Bahasa.
  • Aspek-aspek berbicara.


2. Menulis Teks Deskripsi


Berikut langkah-langkah menulis teks deskripsi:

  • Menentukan subjek yang akan dideskripsikan dan membuat judul yang sesuai.
  • Membuat kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan.
  • Mencari dan mengumpulkan data.
  • Menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf pembuka teks deskripsi atau bagian identifikasi.
  • Membuat rincian objek/suasana yang kamu deskripsikan dengan menggunakan kata dan kalimat yang merangsang panca indra. Sehingga pembaca teks deskripsi akan seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang kalian deskripsikan. Sebaiknya menggunakan variasi kata agar menarik.


3. Menyunting Teks Deskripsi


Menyunting dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan. Menyunting dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:

  • Membaca tulisan dengan teliti.
  • Memperbaiki kesalahan penulisan ejaan.
  • Memperbaiki kalimat sehingga menjadi kalimat yang runtut.
  • Memperbaiki paragraf hingga menjadi paragraf yang padu.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyuntingan adalah sebagai berikut.

  • Ketepatan penulisan ejaan.
  • Ketepatan penggunaan kata-kata.
  • Penggunaan kalimat efekif.
  • Keterpaduan paragraf.

Thursday, September 10, 2020

Kelainan Dan Penyakit Tulang

 A. Kelainan Pada Tulang

Susunan tulang rangka dapat terganggu jika sikap tubuh kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari tidak benar. Beberapa kelainan pada tulang belakang yaitu:

 

1. Lordosis.

Lordosis adalah gangguan yang menyebabkan tulang belakang membengkok ke depan, sehingga menyebabkan dada terlalu membusung.


penyebab gangguan tulang ini adalah kebiasaan duduk dengan membusungkan perut ke depan atau kebiasaan duduk dengan meja yang terlalu tinggi.


2. Kifosis (Kyphosis).

Kifosis juga dikenal sebagai roundback atau bungkuk, adalah suatu kondisi di mana tulang belakang di punggung atas memiliki kelengkungan yang berlebihan.


Gangguan ini disebabkan oleh kebiasaan duduk terlalu membungkuk ke depan, kebiasaan menulis pada meja yang terlalu pendek, atau terlalu sering membawa beban berat di punggung.


3. Skoliosis (Scoliosis).

Skoliosis menyebabkan tulang belakang melengkung ke satu sisi. Kelengkungan dapat terjadi di bagian mana pun dari tulang belakang, tetapi bagian yang paling sering terkena adalah tulang belakang bagian atas dan punggung bawah.


Gangguan ini disebabkan oleh kebiasaan duduk yang terlalu meliuk ke kanan atau kiri. Bisa juga diakibatkan oleh kebiasaan memikul barang di salah satu pundak atau pinggang.


kelainan tulang, penyakit tulang, penyebab, pengertian, lordosis, kifosis, skoliosis, osteoporosis, rematik, polio, rakitis, ipa, pelajaran sekolah


B. Penyakit Pada Tulang.


1. Osteoporosis.

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak tulang, membuat terlalu sedikit tulang, atau keduanya. Akibatnya, tulang menjadi lemah dan bisa patah karena terjatuh atau, dalam kasus yang serius, karena bersin atau benturan kecil.


Osteoporosis (pengeroposan tulang) disebabkan oleh kekurangan kalsium (zat kapur) dan vitamin D sehingga tulang udah retak atau patah.


2. Rematik (Rheumatic).

Penyakit rematik, juga disebut penyakit muskuloskeletal, ditandai dengan nyeri dan akibatnya berkurangnya rentang gerak dan fungsi di satu atau lebih area sistem muskuloskeletal. Pada beberapa penyakit ada tanda peradangan seperti: bengkak dan kemerahan di daerah yang terkena. Penyakit rematik juga bisa menyerang organ dalam


3. Rakitis (Rachitis).

Rakitis adalah penyakit pelunakan dan melemahnya tulang pada anak-anak yang biasanya karena kekurangan vitamin D. Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor tubuh. Kekurangan vitamin D yang ekstrem atau berkepanjangan membuat sulit untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor yang tepat dalam tulang, yang dapat menyebabkan rakhitis.
 

Gejala berupa pertumbuhan yang tertunda, kaki bengkok, kelemahan dan nyeri pada tulang belakang, panggul dan tungkai. Perawatan mungkin melibatkan penambahan vitamin D atau kalsium ke dalam makanan, obat-obatan atau mungkin operasi.


4. Polio.

Virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan mudah dicegah dengan vaksin polio.
Polio ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi, atau kontak dengan orang yang terinfeksi.


Banyak orang yang terinfeksi virus polio tidak menjadi sakit dan tidak memiliki gejala. Namun, mereka yang menjadi sakit mengalami kelumpuhan, yang terkadang berakibat fatal.